Budidaya dan Produksi Kopi

Kopi biasanya dikembangbiakkan dari bijinya. Metode tradisional untuk menanam kopi adalah dengan menaruh 20 benih di masing-masing lubang tanam pada awal musim hujan; separuhnya akan tereliminasi secara alamiah. Metode yang lebih efektif menumbuhkan kopi dipakai di Brazil, dengan menumbuhkan benih di nurseri yang kemudian dipindahkan ke luar pada umur 6 sampai 12 bulan. Selama tahun-tahun pertama budi daya, kopi sering ditumpangsari dengan tanaman pangan seperti jagung, kacang-kacangan, biji-bijian, dan padi.

Dari dua spesies utama yang dibudidayakan, kopi arabika ( C. arabica) pada dasarnya lebih diinginkan konsumen daripada kopi robusta ( C. canephora), karena robusta cendrung lebih pahit dan cita-rasanya kurang kaya walau bentuknya lebih baik daripada arabika. Karena alasan ini, sekitar tiga perempat dari jumlah kopi yang dibudidayakan di dunia adalah C. arabica. Meski begitu C. canephora lebih tahan hama penyakit daripada C. arabica dan dapat ditanam pada dataran yang lebih rendah serta iklim yang lebih hangat dimana C. arabica tidak dapat tumbuh dengan baik.

Strain robusta pertama kali dikoleksi pada tahun 1890 dari daerah Lomani, Sungai Kongo dan kemudian dibawa dari Zaire ke Brussel ke Jawa sekitar tahun 1900. Dari Jawa, hasil pembenihan kemudian dibudidayakan di banyak tanah pertanian di beberapa negara. Secara khusus, penyebaran karat daun kopi (Hemilela vastatrix) secara luas pada C. arabica mempercepat pengembangan robusta yang tahan hama karat dan kemudian jenis kopi ini dapat ditemukan hampir di semua negara yang memproduksi kopi.

Kopi robusta juga mengandung sekitar 40-50% kafein lebih banyak dibandingkan arabika. Karena alasan inilah kopi ini dipakai sebagai pengganti kopi arabika di banyak campuran kopi komersial. Kualitas yang baik dari kopi robusta biasa dipakai pada beberapa campuran espresso untuk mendapatkan full-bodied taste, busa krim di atas kopi (yang disebut crema), dan harga bahan yang lebih murah.

Baca Juga  Hobi Koleksi Seni, Percantik Rumah Anda

Biji kopi arabika banyak dibudidayakan di Amerika Latin, Afrika Timur, Arab dan Asia. Biji kopi robusta dibudidayakan di Afrika bagian barat dan tengah sampai Asia Tenggara, dan dalam jumlah lebih sedikit dikembangkan di Brazil. Biji-biji kopi dari negara atau dari daerah yang berbeda biasanya dapat dibedakan melalui perbedaan rasa, aroma, bentuk dan kandungan asam. Karakter rasa ini tak hanya disebabkan oleh perbedaan daerah pertumbuhan kopi, tapi juga oleh genetik (varietas) subspesies dan proses pengolahan. Varietas kopi biasanya dikenal berdasarkan daerah tempat mereka tumbuh seperti Colombia, Jawa (Java) dan Kona.

Pada tahun 2009 Brazil adalah pemuncak untuk produksi green coffee, diikuti oleh Vietnam, Indonesia dan Colombia